Maandag 25 Maart 2013
Sondag 24 Maart 2013
SISTEM URINARI / PERKEMIHAN OLEH RISMA
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
SISTEM URINARIA
A. Definisi Sistem
Urinaria
Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu
sistem dimanaterjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari
zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih
di pergunakan olehtubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam
air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). Sistem perkemihan atau
biasa juga disebut
Urinary System
adalah suatu system kerjasama tubuh yang memiliki
tujuan untuk mempertahankan keseimbangan internal atau Homeostatis
.Fungsi lainnya adalah untuk
membuang produk-produk yang tidak dibutuhkan oleh tubuh .
2.2 BAGIAN-BAGIAN
SISTEM PERKEMIHAN
n
GINJAL/
RENAL
n
URETER
n
VESICA
URINARIA/ KANDUNG KEMIH
n
URETRA
B. Susunan Sistem Perkemihan :
Kedudukan ginjal terletak dibagian belakang dari kavum abdominalis di belakang peritonium pada kedua sisi vertebra lumbalis III, dan melekat langsung pada dinding abdomen.
Bentuknya seperti biji buah kacang merah (kara/ercis), jumlahnaya ada 2 buah kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari pada ginjal kanan.
Pada orang dewasa berat
ginjal ± 200 gram. Dan pada umumnya ginjal laki – laki lebih panjang dari pada
ginjal wanita.
Satuan struktural dan
fungsional ginjal yang terkecil di sebut nefron. Tiap – tiap nefron terdiri
atas komponen vaskuler dan tubuler. Komponen vaskuler terdiri atas pembuluh –
pembuluh darah yaitu glomerolus dan kapiler peritubuler yang mengitari tubuli.
Dalam komponen tubuler terdapat kapsul Bowman, serta tubulus – tubulus, yaitu
tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul dan
lengkung Henle yang terdapat pada medula.
Kapsula Bowman terdiri atas
lapisan parietal (luar) berbentuk gepeng dan lapis viseral (langsung membungkus
kapiler golmerlus) yang bentuknya besar dengan banyak juluran mirip jari
disebut podosit (sel berkaki) atau pedikel yang memeluk kapiler secara teratur
sehingga celah – celah antara pedikel itu sangat teratur.
Kapsula bowman bersama
glomerolus disebut korpuskel renal, bagian tubulus yang keluar dari korpuskel
renal disabut dengan tubulus kontortus proksimal karena jalannya yang berbelok
– belok, kemudian menjadi saluran yang lurus yang semula tebal kemudian menjadi
tipis disebut ansa Henle atau loop of Henle, karena membuat lengkungan tajam
berbalik kembali ke korpuskel renal asal, kemudian berlanjut sebagai tubulus
kontortus distal
.
a.Bagian-bagian ginjal
1.
Kulit Ginjal (Korteks)
Pada kulit ginjal terdapat
bagian yang bertugas melaksanakan penyaringan darah yang disebut nefron. Pada
tempat penyarinagn darah ini banyak mengandung kapiler – kapiler darah yang
tersusun bergumpal – gumpal disebut glomerolus. Tiap glomerolus dikelilingi
oleh simpai bownman, dan gabungan antara glomerolus dengan simpai bownman
disebut badan malphigi
Penyaringan darah terjadi
pada badan malphigi, yaitu diantara glomerolus dan simpai bownman. Zat – zat
yang terlarut dalam darah akan masuk kedalam simpai bownman. Dari sini maka zat
– zat tersebut akan menuju ke pembuluh yang merupakan lanjutan dari simpai
bownman yang terdapat di dalam sumsum ginjal.
2.
Sumsum Ginjal (Medula)
Sumsum ginjal terdiri
beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid renal. Dengan dasarnya
menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papila renis, mengarah ke
bagian dalam ginjal. Satu piramid dengan jaringan korteks di dalamnya disebut
lobus ginjal. Piramid antara 8 hingga 18 buah tampak bergaris – garis karena
terdiri atas berkas saluran paralel (tubuli dan duktus koligentes). Diantara
pyramid terdapat jaringan korteks yang disebut dengan kolumna renal. Pada
bagian ini berkumpul ribuan pembuluh halus yang merupakan lanjutan dari simpai
bownman. Di dalam pembuluh halus ini terangkut urine yang merupakan hasil
penyaringan darah dalam badan malphigi, setelah mengalami berbagai proses.
3.
Rongga Ginjal (Pelvis Renalis)
Pelvis Renalis adalah ujung
ureter yang berpangkal di ginjal, berbentuk corong lebar. Sabelum berbatasan
dengan jaringan ginjal, pelvis renalis bercabang dua atau tiga disebut kaliks
mayor, yang masing – masing bercabang membentuk beberapa kaliks minor yang
langsung menutupi papila renis dari piramid. Kliks minor ini menampung urine
yang terus kleuar dari papila. Dari Kaliks minor, urine masuk ke kaliks mayor,
ke pelvis renis ke ureter, hingga di tampung dalam kandung kemih (vesikula
urinaria).
B,Fungsi ginjal
1.mengekresikan
zat zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen, misalnya ammonia.
2. Mengekskresikan zat – zat
yang jumlahnya berlebihan (misalnya gula dan vitamin) dan berbahaya (misalnya
obat – obatan, bakteri dan zat warna).
3. Mengatur keseimbangan air
dan garam dengan cara osmoregulasi.
4. Mengatur tekanan darah
dalam arteri dengan mengeluarkan kelebihan asam atau basa.
c. Tes Fungsi Ginjal Terdiri Dari :
c. Tes Fungsi Ginjal Terdiri Dari :
1. Tes untuk protein albumin.
Bila kerusakan pada
glomerolus atau tubulus, maka protein dapat bocor masuk ke dalam urine.
1.
Mengukur konsentrasi urenum darah
Bila ginjal tidak cukup
mengeluarkan urenum maka urenum darah naik di atas kadar normal (20 – 40) mg%.
2.
Tes konsentrasi
Dilarang makan atau minum
selama 12 jam untuk melihat sampai seberapa tinggi berat jenisnya naik.
d. Peredaran
Darah dan Persyarafan Ginjal
Peredaran Darah
Ginjal mendapat darah dari aorta abdominalis
yang mempunyai percabangan arteria renalis, yang berpasangan kiri dan kanan dan
bercabang menjadi arteria interlobaris kemudian menjadi arteri akuata, arteria
interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi kapiler membentuk
gumpalan yang disebut dengan glomerolus dan dikelilingi leh alat yang disebut
dengan simpai bowman, didalamnya terjadi penyadangan pertama dan kapilerdarah
yang meninggalkan simpai bowman kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena
kava inferior.
Persyarafan Ginjal
Ginjal
mendapat persyarafan dari fleksus renalis (vasomotor) saraf ini berfungsi untuk
mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf inibarjalan bersamaan
dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal. Anak ginjal (kelenjar suprarenal)
terdapat di atas ginjal yang merupakan senuah kelenjar buntu yang
menghasilkan(dua) macam hormon yaitu hormone adrenalin dan hormn kortison.
Vaskularisasi
Ginjal
Mendapatkan
darah dari arteri renalis yang merupakan cabang dari aorta abdominalis. Renal
arteri ternagi menjadi 2 yaitu anterior dan posterior. Cabang posterior
memperdarahi segmen medial dari
permukaan posterior sedangkan cabang anterior memperdarahi kutub kranial dan
kaudal dan seluruh permukaan anterior ginjal. Arteri renal merupakan end
arteri, jika terjadi kerusakan pada arteri ini menimbulkan iskemia/nekrosis
pada daerah yang dilayaninya.
Urutan vaskularisasi ginjal
arteri
Renal - arteri interlobar - arteri arkuata - arteri interlobularis - arteri
afferent - glomerulus - arteri efferent
Selanjutnya
darah keluar dari ginjal melalui vena renalis yang langsung masuk ke vena cava
infeior
Sistem
Limfatik : mengalir menuju lnn lumbaris
Secara
garis besar vaskularisasi ureter dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian ureter
proximal dan distal. Ureter bagian proximal akan mendapat vaskularisasi dari
cabang-cabang
aorta
abdominalis, a. renalis, a. gonadalis, dan a. iliaca communis. Ureter bagian
distal akan mendapat vaskularisasi dari cabang-cabang a. iliaca communis, a.
iliaca interna, dan a. vesicalis superior. Posisi vasa-vasa yang
memvaskularisasi ureter inilah yang harus sangat diperhatikan saat melakukan
pembedahan agar tidak membuat trauma pada vasa-vasa tersebut.
2.2.2 URETER
Terdiri dari 2 saluran pipa masing – masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) panjangnya ± 25 – 30 cm dengan penampang ± 0,5 cm. Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari :
a. Dinding luar jaringan ikat
(jaringan fibrosa)
b. Lapisan tengah otot polos
c. Lapisan sebelah dalam
lapisan mukosa
Lapisan dinding ureter
menimbulkan gerakan – gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong
air kemih masuk ke dalam kandung kemih (vesika urinaria).
Gerakan peristaltik mendorong urin melalui ureter yang dieskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran, melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih.
Gerakan peristaltik mendorong urin melalui ureter yang dieskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran, melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih.
Ureter berjalan hampir
vertikal ke bawah sepanjang fasia muskulus psoas dan dilapisi oleh pedtodinium.
Penyempitan ureter terjadi pada tempat ureter terjadi pada tempat ureter
meninggalkan pelvis renalis, pembuluh darah, saraf dan pembuluh sekitarnya
mempunyai saraf sensorik.
2.2.3.VESIKA URINARIA ( KANDUNG KEMIH )
Kandung kemih dapat
mengembang dan mengempis seperti balon karet, terletak di belakang simfisis
pubis di dalam ronga panggul.
Bentuk kandung kemih seperti
kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan ligamentum vesika
umbikalis medius.
Bagian vesika urinaria terdiri dari :
1. Fundus, yaitu bagian yang
mengahadap kearah belakang dan bawah, bagian ini terpisah dari rektum oleh
spatium rectosivikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferent, vesika
seminalis dan prostate.
2. Korpus, yaitu bagian
antara verteks dan fundus.
3. Verteks, bagian yang maju
kearah muka dan berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis.
2.2.4.URETRA
Uretra merupakan saluran
sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih
keluar.
Pada laki- laki uretra
bewrjalan berkelok – kelok melalui tengah – tengah prostat kemudian menembus
lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagia penis panjangnya ± 20 cm.
Uretra pada laki – laki
terdiri dari :
1. Uretra Prostaria
2. Uretra membranosa
3. Uretra kavernosa
Lapisan uretra laki – laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan paling dalam), dan lapisan submukosa.
Uretra pada wanita terletak dibelakang
simfisis pubisberjalan miring sedikit kearah atas, panjangnya ± 3 – 4 cm.
Lapisan uretra pada wanita terdiri dari Tunika muskularis (sebelah luar),
lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena – vena, dan lapisan mukosa
(lapisan sebelah dalam).Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas
vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai saluran
ekskresi.
.
Urethra
laki-laki berbeda dengan wanita. Pada laki-laki, urethra lebih panjang dan
terbagi menjadi 3 pars yaitu pars prostatica (saat menembus glandula
prostatica), pars membranacea (saat menembus diafragma urogenital), dan
pars spongiosa (saat berada di dalam corpus spongiosum penis).
C. Urine (Air Kemih)
1. Sifat – sifat air kemih
- Jumlah eksresi dalam 24 jam ± 1.500 cc tergantung
dari masuknya (intake) cairan serta faktor lainnya.
- Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.
- Warna kuning terantung dari kepekatan, diet obat – obatan dan sebagainya.
- Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak.
- berat jenis 1.015 – 1.020.
- Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis, tergantung pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).
2. Komposisi air kemih
- Air kemih terdiri dari kira – kira 95 % air
- Zat – zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea, amoniak dan kreatinin
- Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fosfat dan sulfat
- Pigmen (bilirubin, urobilin)
- Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.
- Warna kuning terantung dari kepekatan, diet obat – obatan dan sebagainya.
- Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak.
- berat jenis 1.015 – 1.020.
- Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis, tergantung pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).
2. Komposisi air kemih
- Air kemih terdiri dari kira – kira 95 % air
- Zat – zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea, amoniak dan kreatinin
- Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fosfat dan sulfat
- Pigmen (bilirubin, urobilin)
- Toksin
- Hormon
- Hormon
3. Mekanisme Pembentukan Urine
Dari sekitar 1200ml darah yang melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120 – 125ml filtrat (cairan yang telah melewati celah filtrasi). Setiap harinyadapat terbentuk 150 – 180L filtart. Namun dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1,5 L) yang akhirnya keluar sebagai kemih, dan sebagian diserap kembali.
4. Tahap – tahap Pembentukan Urine
Dari sekitar 1200ml darah yang melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120 – 125ml filtrat (cairan yang telah melewati celah filtrasi). Setiap harinyadapat terbentuk 150 – 180L filtart. Namun dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1,5 L) yang akhirnya keluar sebagai kemih, dan sebagian diserap kembali.
4. Tahap – tahap Pembentukan Urine
a.
Proses filtrasi
Terjadi di glomerolus, proses
ini terjadi karena permukaan aferent lebih besar dari permukaan aferent maka
terjadi penyerapan darah, sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian
cairan darah kecuali protein, cairan yang tersaring ditampung oleh simpai
bowman yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll,
diteruskan ke seluruh ginja.
a.
Proses reabsorpsi
Terjadi penyerapan kembali
sebagian besar dari glukosa, sodium, klorida, fosfat dan beberapa ion karbonat.
Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi
pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali
penyerapan dan sodium dan ion karbonat, bila diperlukan akan diserap kembali
kedalam tubulus bagian bawah, penyerapannya terjadi secara aktif dikienal
dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada pupila renalis.
b.
Augmentasi (Pengumpulan)
Proses ini terjadi dari
sebagian tubulus kontortus distal sampai tubulus pengumpul. Pada tubulus
pengumpul masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl-, dan urea sehingga terbentuklah
urine sesungguhnya.
Dari tubulus pengumpul, urine
yang dibawa ke pelvis renalis lalu di bawa ke ureter. Dari ureter, urine
dialirkan menuju vesika urinaria (kandung kemih) yang merupakan tempat
penyimpanan urine sementara. Ketika kandung kemih sudah penuh, urine
dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
Persarafan dan peredaran darah vesika urinaria, diatur oleh torako lumbar dan kranial dari sistem persarafan otonom. Torako lumbar berfungsi untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi spinter interna.
Peritonium melapis kandung
kemih sampai kira – kira perbatasan ureter masuk kandung kemih. Peritoneum
dapat digerakkan membentuk lapisan dan menjadi lurus apabila kandung kemih
terisi penuh. Pembuluh darah Arteri vesikalis superior berpangkal dari
umbilikalis bagian distal, vena membentuk anyaman dibawah kandung kemih.
Pembuluh limfe berjalan menuju duktus limfatilis sepanjang arteri umbilikalis.
.
5.CIRI CIRI URINE NORMAL
5.CIRI CIRI URINE NORMAL
Rata – rata dalam satu hari 1
– 2 liter, tapi berbeda – beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. Warnanya
bening oranye pucat tanpa endapan, baunya tajam, reaksinya sedikit asam
terhadap lakmus dengan pH rata – rata 6.
KELAINAN-KELAINAN PADA SISTEM URINARIA
Sistem perkemihan atau biasa
juga disebut sistem urogenital adalah suatu sistem dimana
terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang
tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh
tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan
dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Adapun susunan sistem perkemihan (sistem urinaria) di dalam tubuh manusia adalah ginjal, ureter, vesika urinaria, dan uretra. Dalam sistem perkemihan ini, bisa saja terjadi gangguan-gangguan. Terperinci, gangguan-gangguan itu adalah sebagai berikut.
I. INFEKSI SALURAN UROGENITAL
Infeksi saluran urogenital umumnya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Dapat pula disebabkan oleh Proteus, Klebsiella, dan Staphylococcus terutama bila sedang terpasang kateter. Pada saluran urogenital ini, dapat terjadi penyakit, seperti:
1. Sistitis
Sistitis adalah infeksi saluran kemih, yang lebih banyak menyerang wanita daripada pria, karena pada wanita muara uretra dan vagina dekat dengan daerah anal. Faktor resiko sistitis adalah bersetubuh, kehamilan, kandung kemih neurogenis, pemasangan kateter, keadaan-keadan obstruktif dan diabetes mellitus. Apabila berlanjut, akan menyebakan kuman-kuman naik dari kandung kemih ke pelvis ginjal, yang disebut dengan pielonefritis. Penderita sistitis akan merasakan keluhan seperti disuria (nyeri saat miksi), sering berkemih, merasa ingin berkemih terus, dan sakit di atas daerah suprapubis.
Adapun susunan sistem perkemihan (sistem urinaria) di dalam tubuh manusia adalah ginjal, ureter, vesika urinaria, dan uretra. Dalam sistem perkemihan ini, bisa saja terjadi gangguan-gangguan. Terperinci, gangguan-gangguan itu adalah sebagai berikut.
I. INFEKSI SALURAN UROGENITAL
Infeksi saluran urogenital umumnya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Dapat pula disebabkan oleh Proteus, Klebsiella, dan Staphylococcus terutama bila sedang terpasang kateter. Pada saluran urogenital ini, dapat terjadi penyakit, seperti:
1. Sistitis
Sistitis adalah infeksi saluran kemih, yang lebih banyak menyerang wanita daripada pria, karena pada wanita muara uretra dan vagina dekat dengan daerah anal. Faktor resiko sistitis adalah bersetubuh, kehamilan, kandung kemih neurogenis, pemasangan kateter, keadaan-keadan obstruktif dan diabetes mellitus. Apabila berlanjut, akan menyebakan kuman-kuman naik dari kandung kemih ke pelvis ginjal, yang disebut dengan pielonefritis. Penderita sistitis akan merasakan keluhan seperti disuria (nyeri saat miksi), sering berkemih, merasa ingin berkemih terus, dan sakit di atas daerah suprapubis.
2. Pielonefritis
Pielonefritis adalah radang
pelvis ginjal. Penyebab paling sering penyakit ini adalah kuman yang berasal
dari kandung kemih yang menjalar naik ke pelvis ginjal. Pielonefritis ada yang
akut dan ada yang menahun. Pielonefritis menahun ada dua tipe, yaitu
Pielonefritis yang disebabkan oleh Refluks vesikouretral yang dapat menyebabkan
infeksi papila senyawa perifer dan jaringan parut di kutub ginjal. Dan
Pielonefritis yang disebabkan oleh Obstruksi saluran kemih yang menimbulkan
tekanan tinggi aliran balik urine, yang menyebabkan infeksi semua papila,
jaringan parut ginjal
menyebar dan penipisan lapisan korteks ginjal
II. PENYAKIT GLOMERULAR
1. Glomerulonefritis
Glomerulonefritis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi di nasofaring oleh Streptococcus β-hemolitik. Lebih sering menyerang anak-anak, dengan gejala yaitu edema akut, oiguria, proteinuria, urine berwarna, dan biasa disertai dengan hipertensi. Penyakit ini merupaka penyakit autoimun karena terbentuk antibodi yang merusak membran basal gromerulus tubuh itu sendiri. Penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal.
2. Sindrom Nefrotik (nefrosis)
Nefrosis dapat menyebabkan glomerulonefritis, gejala yang dominan adalah albuminaria (>3,5 gram/hari). Hilangnya protein akibat meningkatnya permeabilitas membran basal glomerulus. Akibatnya terjadi hipoalbuminemia yang menyebabkan edema generalisata.
III. OBSTRUKSI SALURAN KEMIH
Obstruksi saluran kemih disebabkan oleh hipertrofi prostat, batu ginjal dan tumor ginjal. Gangguan obstruktif dapat menyebabkan disfungsi ginjal berat yang meliputi hemoragi dan gagal ginjal, bila
tidak diatasi.
1. Hipertrofi Prostat
Penyebabnya diduga ketidakseimbangan hormon kelamin pria dan wanita, yang terjadinya dengan meningkatnya usia. Biasanya testosteron adalah androgen utama dalam darah dan membentuk dua metabolit, yaitu: dihidrotestosteron dan β-estradiol. Estradiol adalah steroid yang memiliki sifat-sifat estrogenik. Ia biasanya bekerja sama dengan androgen, namun dapat bekerja independen
dengan menimbulkan efek berlawanan dengan androgen.
1. Glomerulonefritis
Glomerulonefritis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi di nasofaring oleh Streptococcus β-hemolitik. Lebih sering menyerang anak-anak, dengan gejala yaitu edema akut, oiguria, proteinuria, urine berwarna, dan biasa disertai dengan hipertensi. Penyakit ini merupaka penyakit autoimun karena terbentuk antibodi yang merusak membran basal gromerulus tubuh itu sendiri. Penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal.
2. Sindrom Nefrotik (nefrosis)
Nefrosis dapat menyebabkan glomerulonefritis, gejala yang dominan adalah albuminaria (>3,5 gram/hari). Hilangnya protein akibat meningkatnya permeabilitas membran basal glomerulus. Akibatnya terjadi hipoalbuminemia yang menyebabkan edema generalisata.
III. OBSTRUKSI SALURAN KEMIH
Obstruksi saluran kemih disebabkan oleh hipertrofi prostat, batu ginjal dan tumor ginjal. Gangguan obstruktif dapat menyebabkan disfungsi ginjal berat yang meliputi hemoragi dan gagal ginjal, bila
tidak diatasi.
1. Hipertrofi Prostat
Penyebabnya diduga ketidakseimbangan hormon kelamin pria dan wanita, yang terjadinya dengan meningkatnya usia. Biasanya testosteron adalah androgen utama dalam darah dan membentuk dua metabolit, yaitu: dihidrotestosteron dan β-estradiol. Estradiol adalah steroid yang memiliki sifat-sifat estrogenik. Ia biasanya bekerja sama dengan androgen, namun dapat bekerja independen
dengan menimbulkan efek berlawanan dengan androgen.
. Testosteron serta metabolitnya bekerja
sama menghasilkan hiperplasia prostat. Pada pria dia atas 60 tahun, testosteron
plasma menurun. , namun hipertrofi prostat sudah dapat timbul 10-20 tahun
sebelum adanya penurunan kadar plasma itu
IV. GAGAL GINJAL
Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine. Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.
1. Gagal Ginjal Akut
Gagal ginjal akut adalah sindrom klinis dimana fungsi ginjal yang menurun dengan cepat dalam beberapa hari atau minggu sehingga ginjal tidak lagi mengekskresikan produk limbah metabolisme, biasanya karena hipoperfusi ginjal. Laju filtrasi glomerulus yang menurun dengan cepat menyebabkan azotemia (uremia) yaitu:
• Peningkatan produk limbah nitrogen dalam darah (kreatinin serum dan nitrogen urea darah/BUN (Blood Urea Nitrogen)
• Oliguria
Gejala dan tanda-tanda kliniknya, hipotensi, oligria, ketidakseimbangan elektrolit, anemia, azotemia ( peningkatan kreatinin, fosfat, dan urea dalam darah akibat pemecahan protein otot dan ketidakmampuan mengekskresikan metabolit).
Beberapa masalah ginjal terjadi cepat, misalnya kecelakaan yang melukai Kehilangan banyak darah dapat menyebabkan kegagalan ginjal secara tiba-tiba. Beberapa obat dan racun dapat menghentikan pekerjaan ginjal. Penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba ini disebut sebagai kegagalan ginjal akut (acute renal failure/ARF). ARF dapat mengakibatkan kehilangan fungsi ginjal secara permanen. Tetapi bila ginjal tidak dirusakkan secara berat, kegagalan ginjal ini mungkin pulih.
2. Nekrosis Tubular Akut
Penyebab Nekrosis Tubular Akut (NTA) adalah iskemia dan nefrotoksin. Iskemia selama 25 menit atau kurang berakibat kerusakan berat yang irreversibel. Nefrotoksik berupa antibiotik (aminoglikosida, penisilin, sefalosporin, tetrasiklin, dan kerusakan ringan dan masih reversibel. Iskemia 2 jam menimbulkan sulfonamida), logam berat (sisplatin), agen radiokontras, toksin endogen (mioglobin, hemoglobin).
Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine. Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.
1. Gagal Ginjal Akut
Gagal ginjal akut adalah sindrom klinis dimana fungsi ginjal yang menurun dengan cepat dalam beberapa hari atau minggu sehingga ginjal tidak lagi mengekskresikan produk limbah metabolisme, biasanya karena hipoperfusi ginjal. Laju filtrasi glomerulus yang menurun dengan cepat menyebabkan azotemia (uremia) yaitu:
• Peningkatan produk limbah nitrogen dalam darah (kreatinin serum dan nitrogen urea darah/BUN (Blood Urea Nitrogen)
• Oliguria
Gejala dan tanda-tanda kliniknya, hipotensi, oligria, ketidakseimbangan elektrolit, anemia, azotemia ( peningkatan kreatinin, fosfat, dan urea dalam darah akibat pemecahan protein otot dan ketidakmampuan mengekskresikan metabolit).
Beberapa masalah ginjal terjadi cepat, misalnya kecelakaan yang melukai Kehilangan banyak darah dapat menyebabkan kegagalan ginjal secara tiba-tiba. Beberapa obat dan racun dapat menghentikan pekerjaan ginjal. Penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba ini disebut sebagai kegagalan ginjal akut (acute renal failure/ARF). ARF dapat mengakibatkan kehilangan fungsi ginjal secara permanen. Tetapi bila ginjal tidak dirusakkan secara berat, kegagalan ginjal ini mungkin pulih.
2. Nekrosis Tubular Akut
Penyebab Nekrosis Tubular Akut (NTA) adalah iskemia dan nefrotoksin. Iskemia selama 25 menit atau kurang berakibat kerusakan berat yang irreversibel. Nefrotoksik berupa antibiotik (aminoglikosida, penisilin, sefalosporin, tetrasiklin, dan kerusakan ringan dan masih reversibel. Iskemia 2 jam menimbulkan sulfonamida), logam berat (sisplatin), agen radiokontras, toksin endogen (mioglobin, hemoglobin).
3.Gagal Ginjal Kronik
Perjalanan gagal ginjal kronik atau menahun meliputi tahap yang dimulai dengan penurunan cadangan ginjal, selanjutnya terjadi insufisiensi ginjal, gagal ginjal, dan terakhir uremia (tahap terakhir gagal ginjal). Keadaan irreversibel ditandai dengan fungsi nefron yang berkurang. Kerusakan ginjal berlangsung progresif. Perjalanan menuju uremia berlangsung berangsur untuk waktu yang cukup lama (beberapa tahun). Jika ginjal tak dapat lagi mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit maka diperlukan dialisis (hemodialisis atau dialisis peritoneal).
Penyebab penyakit gagal ginjal kronik,yaitu:
1) Penyakit imunologis
• Glomerulonefritis
• Lupus eritematosus sistematik
• Poliarteritis nodosa
2) Infeksi
• Pielonefritis
• Tuberkulosis
3) Obstruksi urine
• Hipertrofi prostat
• Batu ginjal
• Konstriksi urine
• Neoplasma
4) Penyakit metabolik
• Diabetes melitus
• Asam urat
5) Penyakit vaskuler
• Hipertensi
• Infark
6) Penyakit hereditar /bawaan
• Penyakit ginjal polikistik
7) Nefrotoksin
• Analgetika atau nyeri
• Keracunan logam berat
Perjalanan gagal ginjal kronik atau menahun meliputi tahap yang dimulai dengan penurunan cadangan ginjal, selanjutnya terjadi insufisiensi ginjal, gagal ginjal, dan terakhir uremia (tahap terakhir gagal ginjal). Keadaan irreversibel ditandai dengan fungsi nefron yang berkurang. Kerusakan ginjal berlangsung progresif. Perjalanan menuju uremia berlangsung berangsur untuk waktu yang cukup lama (beberapa tahun). Jika ginjal tak dapat lagi mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit maka diperlukan dialisis (hemodialisis atau dialisis peritoneal).
Penyebab penyakit gagal ginjal kronik,yaitu:
1) Penyakit imunologis
• Glomerulonefritis
• Lupus eritematosus sistematik
• Poliarteritis nodosa
2) Infeksi
• Pielonefritis
• Tuberkulosis
3) Obstruksi urine
• Hipertrofi prostat
• Batu ginjal
• Konstriksi urine
• Neoplasma
4) Penyakit metabolik
• Diabetes melitus
• Asam urat
5) Penyakit vaskuler
• Hipertensi
• Infark
6) Penyakit hereditar /bawaan
• Penyakit ginjal polikistik
7) Nefrotoksin
• Analgetika atau nyeri
• Keracunan logam berat
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Sistem urinaria adalah suatu system dimnana terjadinya proses
penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak di pergunakan
oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di perlukan tubuh.
Sistem perkehihan atau system urinaria terdiri atas :
1.GINJAL,berfungsi
1.mengekresikan zat zat sisa metabolisme
yang mengandung nitrogen, misalnya ammonia.
2. Mengekskresikan zat – zat
yang jumlahnya berlebihan (misalnya gula dan vitamin) dan berbahaya (misalnya
obat – obatan, bakteri dan zat warna).
3. Mengatur keseimbangan air
dan garam dengan cara osmoregulasi.
2.URETER,berfungsi sebagaai
pipa atau saluran kecil yang menghubungkan ginjal dengan vesika urinaria
.3.VESIKA URINARIA,befungsi
sebagai tempang penampung urine,sebelum urine di keluarkan.
4.URETRA,berfungsi sebagai
ekskresi, menyalurkan air kemih keluar.
3.2.Saran
Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat dan
menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa, terutama calon bidan ,agar memahami
system perkemihan atau system urinaria, beserta fungsi – fungsinya.
Saterdag 23 Maart 2013
Vrydag 22 Maart 2013
PRIVASII HIDUP
Menjadi seorang bidan itu adalah cita cita darii kecilku,
bagiku bidan adalah wanita yang penuh perjuangan,, brhati lembut, berhati mulia, suka membantu orang lain, wanita kuat, wonder women .
sekarang aku menapakkan impianku dan kakiku dengan belajar ilmu kebidanan,, sedikit demi sedikit ilmu aku peroleh, meski hambatan banyak, namun aku akan berjuang sampai berhasil dan mewujudkan cita cita ku.
menjadii seorang bidan tidak lah gampang,,, namun belajar ilmu kebidanan itu sangat luar biasa asyiknya. Bidan ituu seorang wanita panggilan, selalu datang bila bantuan memanggilnya, itulah istimewanya .
BIDAN itu ibarat roda berputar,, selalu mengupdate ilmu ilmu kesehatan khususnya bagii kesehatan ibu dan anak,
membantuu sesama orang ituu adalah hal mulia,, kita belajar dari pengalaman yang belum pernah kita dapat dan akan kita dpatkan bila kita sunnguh2 mengamalkannya dan berusaha belajar .
Donderdag 21 Maart 2013
GIZI DALAM REPRODUKSI" LEMAK, OMEGA 3 DAN OMEGA 6 "
ASAM LEMAK ESENSIAL
Asam
lemak esensial merupakan sebutan bagi asam lemak yang tidak dapat dibuat sendiri oleh
suatu spesies hewan
(termasuk manusia), atau dapat dibuat tetapi tidak mencukupi kebutuhan minimal
yang diperlukan untuk memenuhi fungsi fisiologinya. Hal ini terjadi karena
spesies yang bersangkutan tidak memiliki,atau memiliki tetapi kurang
fungsional, enzim yang bertanggung jawab dalam melakukan
sintesis asam lemak tersebut.
Bagi setiap spesies, asam lemak
yang esensial berbeda-beda. Bagi manusia, asam lemak esensial mencakup golongan
asam
lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acids, PUFA)
tipe cis, khususnya dari kelompok asam
lemak Omega-3, seperti misalnya asam α-linolenat (ALA), Asam
eikosapentaenoat (EPA), dan asam
dokosaheksaenoat (DHA), dan asam
lemak Omega-6, seperti misalnya asam
linoleat. Tubuh manusia tidak mampu menghasilkan enzim desaturase
tetapi mampu memanjangkan dan merombak PUFA. Sebanyak 50% berat kering otak
adalah lipida
Tubuh kita
membutuhkan omega 3 sekitar 1.000 mg per hari, atau 75% dari kilojoule lemak
harian. Tetapi sayang,asupan omega 3 justru yang paling sedikit dibanding
dengan omega lainnya.
Jumlah omega 6 yang diperlukan oleh tubuh
sekitar 250 g perhari atau 15% dari total kilojoule lemak harus berasaldari
omega 6. Asam lemak omega-6 sama pentingnya seperti asam lemak omega-3, meski
jumlahnya tidakdianjurkan sebesar omega-3. Namun faktanya, orang justru lebih
banyak mengkonsumsi asam lemak omega-6 dibandingkan omega-3. Hal ini disebabkan
karena banyak makanan yang sehari-hari kita makan, menggunakan minyak yang
tinggi asam lemak omega-6.
Omega-6,walaupun sama esentialnya dengan Omega-3, pengkonsumsian omega-6
harus hati-hati, karena apabila jumlahnya tidak seimbang dengan konsumsi
omega-3, akan berakibat negatif bagi tubuh. Jadi mengkonsumsi makanan yang
mengandung Omega 6 harus diimbangi dengan makanan yang mengandung Omega-3.
·
Manfaat
Ø
Omega – 3
ü
membantu mengurangi
kolesterol, mengencerkan darah yang terlalu kental dan juga mengurangi tekanan
darah tinggi
ü
membantu menurunkan
peradangan dan mengurangi resiko stroke dan serangan jantung
ü
membantu meningkatkan
fungsi otak, mengatasi alergi dan mengurangi depresi
ü
membantu mencegah
munculnya kanker
ü
mampu meningkatkan
daya ingat
ü
mampu meningkatkan
fungsi mental
ü
membantu meningkatkan
kesehatan kulit dan rambut
ü
berperan penting pada
masa janin sampai balita, berfungsi untuk proses pertumbuhan dan perkembangan
otak, sehingga asupan omega 3 mempunyai peran yang sangat penting bagi kecerdasan
anak pada masa selanjutnya.
Ø
Fungsi Lemak lainnya
ü
Perlindungan.
Lemak penting
untuk melindungi tubuh kita, untuk membantu mengatur suhu tubuh, dan
melindungi kita dari hawa yang sangat panas dan dingin.
ü
Fungsi tubuh.
Lemak tubuh penting
untuk menjalankan fungsi tubuh dengan sehat dan normal.
ü Pengangkut
Vitamin.
Lemak berfungsi sebagai
pengangkut vitamin A, D, E, dan K yang mudah larut dalam lemak. Tanpa
lemak tubuh, Anda bisa kekurangan vitamin yang dapat menyebabkan timbulnya
penyakit.
ü
“Peredam kejut” pribadi.
Lemak adalah mekanisme
bantalan tubuh yang alami. Lemak mengelilingi dan melindungi organ-organ
vital, dan menjaga sendi-sendi. Bahkan atlet pun memerlukan lemak untuk
melindungi tubuh mereka dari cidera yang potensial dialami saat bertanding.
ü
Struktur sel, kecantikan, dan pertambahan usia.
Lemak adalah bagian
dari struktur sel-sel kita, yang penting untuk memelihara kesehatan kulit,
rambut, dan kuku. Meskipun kita rajin fitnes dan tubuh kita kencang, namun
lemak tubuh yang sehat juga akan menjaga kita tetap terlihat feminin, tidak
seperti Madonna yang membuat tubuhnya terlihat seperti laki-laki.
ü
Produksi Hormon.
Lemak tubuh membantu
untuk memastikan produksi hormon, termasuk hormon seks. Wanita, yang memiliki
lemak tubuh sangat rendah, cenderung memiliki kadar estrogen yang juga
rendah. Hal ini bisa berakibat terhentinya menstruasi.
ü
Energi dan daya tahan.
Dengan memiliki lemak
tubuh dalam kadar yang sehat, kita bisa menghindarkan diri dari penyakit dan
kelelahan yang kronis. Selain itu, lemak tubuh yang rendah akan
mengurangi atau menurunkan energi.
·
Akibat
Ø
Omega – 3
kurangnya konsumsi omega-3 akan berpengaruh
terhadap munculnya gangguan mental, seperti sikap agresif berlebih atau ADHD
(gangguan hiperaktif dan defisit perhatian).
Ø
Omega – 6
Kekurangan Omega-6 bisa menyebabkan rambut rontok, gangguan
kulit, penurunan kekebalan tubuh, kelainan detak jantung,kulit tipis dan
kering, rambut kering,mata kering,kemandulan pada laki-laki,keguguran pada
wanita,dll.
o
Bayam
·
Sumber OMEGA – 3 dan OMEGA - 6
v
Makanan Pokok
jagung
Berbagai jenis jagung mempunyai kombinasi
tersendiri dengan nutrisi antioksidan. Sekitar setengah cangkir biji jagung,
mengandung 2 gram serat. Popcorn juga merupakan sumber makanan kaya serat dan
rendah kalori. Popcorn dapat memberikan asupan serat sekitar 3,5 gram per tiga
cangkir penyajian.
o Beras merah
Setiap cangkir
beras merah mengandung 3,5 gram serat. Peneliti Harvard baru-baru ini menemukan
bahwa, makan lebih dari 5 porsi nasi putih dalam seminggu meningkatkan risiko
diabetes tipe 2 sebesar 17 persen. Sedangkan dengan menambahkan beberapa porsi
beras merah per minggu dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 11
persen.
o Pasta gandum
Pasta gandum
merupakan alternatif makanan yang kaya serat.
o Roti gandum
Gandum
mempertahankan unsur-unsur gizi dan kaya serat, sehingga memasukkan roti gandum
dalam diet sehari-hari adalah pilihan diet yang cerdas.
o Talas
Talas juga berpotensi menjadi makanan pokok selain beras
karena mengandung karbohidrat dan zat gizi lainnya.
Karbohidrat talas adalah pati yang mencapai 77,9 persen.
Pati umbi talas terdiri atas 17-28 persen amilosa, sisanya 72-83 persen adalah
amilopektin. Tingginya kadar amilopektin membuat talas bersifat pulen dan
lengket seperti beras ketan. Keunggulan lainnya adalah talas mudah dicerna.
Protein talas mengandung beberapa asam amino esensial meski miskin histidin,
lisin, isoleusin, triptofan, dan metionin. Talas juga mengandung lemak, vitamin
dan mineral. Talas membantu kita unutk lebih mudah buang gas (kentut).
v
Sayuran
o
brokoli
Brokoli merupakan
sayuran yang dikenal sebagai anti-kanker. Brokoli dapat dikonsumsi secara
langsung tanpa dimasak atau bisa juga dicampur dengan bahan makanan lain sesuai
selera Anda.
o
Labu
Secara alami labu kuning mengandung omega 3 asam lemak yang sangat baik
untuk kesehatan otak.
v
Jenis Ikan
o
ikan salmon
Ikan salmon merupakan sumber protein hewani yang dapat
membantu Anda merasa kenyang tanpa menambah lemak.
o
ikan tuna
Ikan tuna
memang saat ini diperbincangkan akibat munculnya merkuri di dalamnya. Namun,
jika kita dapat memilih yang masih segar dan tidak mengonsumsi secara
berlebihan, ada sekira 1.100 miligram asam lemak yang dapat diserap tubuh.
o
ikan tenggiri
v
Binatang berkulit
keras
o
Udang
o
Kerang
o
Kepiting
v
Telur
Telur ayam
adalah bahan makanan yang bisa Anda temui di mana saja. Konsumsi telur dapat
memenuhi asupan nutrisi lemak omega-3 Anda. Kuning telur memiliki lemak sehat.
Dari sebutir telur, Anda bisa memperoleh sekira 40-250 miligram asam lemak DHA
dan EPA.
v
Buah - buahan
o
Papaya
o Alpukat
Alpukat merupakan buah-buahan yang sebenarnya mengandung
lemak, tapi meski demikian lemak yang terkandung dalam alpukat merupakan lemak
yang sehat. Dalam lemak yang terkandung dalam alpukat mengandung asam oleat
yang dapat membantu merasa kenyang sepanjang hari.
o
Semangka
o
Durian mengandung 2,5
gr/100gr
o
Bluberi
Bluberi merupakan buah-buahan yang dikenal sebagai
anti-aging yang baik. Bila Anda mengkonsumsi bluberi satu cangkir, berarti Anda
telah mengkonsumsi 4 gram serat dan dalam secangkir bluberi tersebut hanya
mengandung 80 kalori.
v
Kacang - kacangan atau
biji - bijian
o
Kenari
Kacang kenari
adalah salah satu bahan makanan nabati dengan kandungan 2.600 miligram lemak
sehat yang cukup untuk menutrisi tubuh Anda.
o Kacang putih
Selain kaya serat, protein, dan zat besi, kacang putih juga merupakan salah satu
sumber gizi yang terbaik dari kalium. Sekitar 1 cangkir akan mencakup 25 persen
dari kebutuhan harian untuk nutrisi yang melawan hipertensi.
o Kacang hitam
Kacang hitam mengandung 15
gram serat per cangkir, dan sekitar 15 gram protein. Warna gelap dari kacang
ini, menunjukkan kandungan tinggi flavonoid.
Flavonoid memiliki kandungan
antioksidan kuat. Ketika menambahkan kacang-kacangan dan makanan tinggi serat
lainnya untuk diet sehari-hari, pastikan untuk minum lebih banyak air.
o Kacang merah
Kacang merah kaya serat,
protein, dan zat besi.
Kacang polong
Kacang polong yang diolah
menjadi berbagai jenis makanan apapun adalah sumber serat yang lezat,
serbaguna, dan murah. Satu cangkir kacang polong dapat mengandung sekitar 16,3
gram serat, dan secangkir kacang polong beku mengandung sekitar 8,8 gram
setelah dimasak.
o Kacang almond
Almond dan hampir semua jenis
kacang lainnya merupakan sumber serat yang sangat baik, dikemas dengan lemak
sehat, dan protein. Tetapi jumlah kalori almond cukup tinggi, sehingga tidak
boleh terlalu banyak dalam mengonsumsinya.
Mengandung 15gr/100 gr lemak.
Teken in op:
Plasings (Atom)


